DLHK Babel Perkuat Pengawasan Hutan Lindung Gunung Tajam Belitong

DLHK Babel Perkuat Pengawasan Hutan Lindung Gunung Tajam Belitong

"Kita (DLHK) meningkatkan pengawasan di lapangan yang dilaksanakan bersama oleh Polhut, kawan-kawan di UPTD KPHL Belantu Mendanau dan dukungan Tim Gakkum KLHK serta APH (aparat penegak hukum)," kata Fery.

BERBAGI

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat pengawasan Hutan Lindung Gunung Tajam,  Belitung.

Hal ini menyusul masih maraknya illegal logging atau pembalakan liar di Kawasan Taman Bumi Nasional (KTBM) Gunung Tajam.

Kepala DLHK Babel Fery Aprianto, kepada suarabangka.com grup suarapos.com, Rabu pagi (2/11/2022), mengungkapkan dengan meningkatnya illegal logging di kawasan Gunung Tajam dan sekitarnya, pengawasan dilakukan dengan melibatkan instansi terkait.

“Kita (DLHK) meningkatkan pengawasan di lapangan yang dilaksanakan bersama oleh Polhut, kawan-kawan di UPTD KPHL Belantu Mendanau dan dukungan Tim Gakkum KLHK serta APH (aparat penegak hukum),” kata Fery. 

Baca Juga  Profil Brigjen TNI Ujang Darwis, Danrem 045/Gaya Kini Menjabat Kasdam IV Diponegoro

 

Fery juga meminta masyarakat ikut proaktif dalam memberikan informasi kepada DLHK atau ke instansi terkait illegal logging.

“Dan kami juga sangat mengharapkan informasi dari masyarakat terkait adanya illegal logging yang dilaksanakan atau direncanakan secara illegal,” ujarnya.

Selain memperketat pengawasan bersama instansi terkait,  Fery mengatakan peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian  hutan Gunung Tajam.

“Program Perhutanan Sosial lebih kita efektifkan, dapat melalui Hutan Kemasyarakatan/Kelompok Tani Hutan, Jasa Lingkungan. Dengan Perhutanan Sosial ini diharapkan hutan kita lestari dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Fery.

Baca Juga  Dua Investor Berniat Bangun Industri Hilir Timah

Sebelumnya dilansir dari suarabangka.com, Kamis (27/10/2022), sejak beberapa bulan terakhir di kawasan Gunung Tajam, baik siang maupun malam terdengar bunyi chainshaw.

Sejumlah pohon berukuran beberapa peluk orang dewasa yang berusia ratusan tahun roboh ditebang oleh para pembalak liar.

Selain itu, pembalakan liar juga diduga terjadi di kawasan Geoside Gunung Tajam. Padahal Geosite ini adalah salah satu dari 17 Geosite yang berdasarkan hasil sidang council UNESCO Global Geopark dalam Geopark Belitung, dinyatakan lulus sebagai the new member of UGG.

Baca Juga  Ini Pesan Jokowi Buat PJ Gubernur Babel

Hingga kini Polres Belitung masih mengusut siapa pelaku illegal logging di Gunung Tajam. (fh)

LEAVE A REPLY