
BOGOR – Developer Property Syariah terus bergerak membumikan skema property syariah. Hal ini untuk menuju target 1 juta unit property Tahun 2025.
Hal ini pula yang menjadi salah satu tema yang dibahas pada Rapat Kerja Nasional di Bogor, mulai, Senin 27 Desember – Rabu 29 Desember 2021.
Sekretaris Jenderal DPS & Asosiasi Developer Property Syariah Ihsanul Muttaqien kepada suarapos.com Grup, Senin (27/12/2021), mengatakan Rakernas DPS kali ini berkaitan dengan target 1jt unit di Tahun 2025.
“Khusus di Tahun 2022 kita akan targetnya 77 Ribu unit property syariah terjual,” katanya.
Ihsanul Muttaqien yang akrab disapa Ihsan mengatakan, target lain adalah untuk mencetak member DPS yang profesional dalam menjalankan bisnis, paham syariah dah muamalahnya.
“Maka semua member kita arahkan untuk mengikuti program kajian keislaman UDC,” lanjut Ihsan.
Program kerja yang dibahas dalam Rapat Kerja Nasional ini, katanya, diarahkan untuk mencapai dua tujuan utama tadi.
Rakernas tersebut diikuti jajaran Pengurus Pusat DPS baik Komunitas, Asosiasi Developer Property Syariah (ADPS) dan para Ketua DPW se Indonesia.
Founder DPS dan CEO ADPS Rosyid Aziz saat pembukaan Rakernas meminta peserta menyusun program yang berkualitas sehingga dapat dijalankan dengan baik.
Selain itu, Rosyid Aziz menyampaikan sejumlah capaian DPS selama Tahun 2021. Salah satunya pertumbuhan jumlah proyek DPS yang kini mencapai 1.000 projek lebih.
“Kita bersyukur atas capaian ini, namun tidak boleh berpuas diri. Kedepan tantangan makin besar, maka harus semakin solid dan semakin bersemangat,” paparnya.
Sementara Ketua DPW DPS-ADPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fakhruddin Halim, yang juga hadir melalui meeting zoom, optimis Tahun 2022, projek perdana di Babel dapat dilounching.
“Sudah dipersiapkan, Insya Allah Tahun 2022 kita segera jalan. Kami juga siap bekerjasama dengan stakeholder, developer dan masyarakat yang ingin bersama-sama mengembangkan Property Syariah,” kata Fakhruddin. (fh)