Dugaan Illegal Logging di Gunung Tajam Belitung, Dinas KLHK Babel Koordinasi ke...

Dugaan Illegal Logging di Gunung Tajam Belitung, Dinas KLHK Babel Koordinasi ke Gakkum LHK dan APH

BERBAGI

Suarapos.com  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera mindaklanjuti adanya dugaan illegal logging di Gunung Tajam, Kabupaten Belitung.

Kepada suarabangka.com grup suarapos.com, Kamis pagi (27/10/2022), Kepala Dinas DLHK Babel Fery Apriyanto, melalui keterangannya menyebutkan pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait terkait dugaan illegal logging di Gunung Tajam.

“Ya. Untuk tindakan lebih lanjut sudah kami koordinasikan bersama Polhut, Bidang Perlindungan, KPHL dan segera koordinasi dgn Tim Gakkum KLHK serta APH,” tulis Fery merespon suarabangka.com.

Sebelumnya, dilansir suarabangka.com, Kamis pagi, akhirnya yang dikhawatirkan kembali terjadi. Si “raksasa” tumbang sudah ditangan pelaku illegal logging yang serakah…,” tulis aktivis Belitong Budi Setiawan, di laman akun facebook @Budi Setiawan, Kamis pagi, 27 Oktober 2022.

Baca Juga  Kabar Gembira! 2023, Gaji Honorer Pemda Basel Naik Menjadi Rp2 Juta

Tulisan ini disertai upload beberapa foto yang menunjukkan pohon ukuran besar yang tegak berdiri, roboh dan yang sudah dicincang chainsaw.

“Rumah tempat bermain Burung Rangkong itu kini tak ada lagi…Penyimpan air, penjaga erosi, penyejuk dan penyedia oksigen bagi semua mahlukNya gugur sudah…,” tulis Budi.

Lebih jauh Budi menuliskan satu persatu “legacy” peninggalan masa lalu bertumbangan sudah. “Padahal kita sepertinya takkan mampu mencipta begini lagi…”

“Sebuah tamparan keras dan kegagalan luar biasa…meski mitigasi sudah berulangkali disampaikan…” lanjut Budi.

Baca Juga  Pejabat Gubernur Babel Diminta Presiden Jokowi Benahi Hilirisasi Industri Pertambangan Timah

Budi menyesalkan dan murka atas ulah oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Buat pelaku “illegal logging” YOU WIN AGAIN AND AGAIN AND AGAIN AND AGAIN AND AGAIN……😥🤬🤬,” tulisnya.

Dua hari sebelumnya Budi mengupload video yang disertai bunyi chainsaw yang merau-raung. Suara itu terdengar jelas dari tempat Budi berdiri mengambil video sepertinya lokasi salah satu wisata di Belitung.

Lokasi pohon ditebang tersebut, seperti tulis Budi berada di hutan lindung Gunung Tajam. Membalas pertanyaan jenis kayu apa saja, Budi menulis ada kruing, bulin, blangeran di Gunung Tajam.

“Iya bang tak mampu kita menumbuhkan seperti ini kembali..,” tulisnya.

Baca Juga  Hari Santri Nasional, Molen: Tugas Utama Santri Menjaga Agama

Kontan saja, hal ini membuat netizen pun ikut bereaksi dengan beragam komentar.

Akun @Isw***i W***i menulis, “Lah “mati nurani” semue instansi yg berwenang neh rupenye … gk ngenggedekan gaji kan bagus seragam … 😡😡.”

Akun lainnya @Y***i Am**i menandai, Yth @Ditjen Gakkum KLHK , @Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, @Divisi Humas Polri @Siti Nurbaya Bakar, monitor,” tulisnya.

Sedangkan akun @Wa** Mul****a menulis, “Kita Hanya Menunggu Kapan Air Itu akan datang Mengungsi Kerumah Kita… Karena Rumahnya Sudah Habis Di babat oleh para pelaku yang sangat rakus……” (fh)

 

LEAVE A REPLY