Emisi Karbon Turun, Indonesia Terima Dana dari Bank Dunia 

Emisi Karbon Turun, Indonesia Terima Dana dari Bank Dunia 

BERBAGI

Suarapos.com –  Indonesia negara pertama di kawasan Asia Timur Pasifik sebagai negara penerima dana dari Bank Dunia dalam menekan emisi karbon.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan,  setelah mendapatkan pengakuan dari Norwegia, pemerintah Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Timur Pasifik yang menerima pembayaran darip rogram Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Bank Dunia untuk kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) di provinsi Kalimantan Timur.

“Indonesia telah menerima pembayaran pertama sebesar USD20,9 juta dolar AS (lk Rp320 miliar) dari komitmen pembayaran berbasis kinerja skema FCPV-Carbonfund sebesar USD110 juta untuk pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan yang terverifikasi,” ujar Siti Nurbaya, Kamis (10/11/2022), kemarin.

Baca Juga  Bawa Kinerja BUMN Lebih Baik, Bupati Pesisir Barat Sebut Erick Thohir Cocok Maju Capres 2024

Pembayaran pertama tersebut mencakup 13,5 persen dari emisi yang dilaporkan oleh Pemerintah Indonesia pada periode monitoring 2019-2020.

Pembagian manfaat akan diberikan secara konsultatif, transparan dan partisipatif untuk memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terkait dapat memperoleh manfaat. Pembayaran akan diberikan kepada pihak-pihak yang berkontribusi pada kegiatan pengurangan emisi di Provinsi Kalimantan Timur, dari level Pusat (KLHK), Pemerintah Daerah, sampai ke level tapak (masyarakat).

Program ini memberikan peluang bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor bisnis, dan masyarakat untuk bersama-sama melindungi hutan Indonesia, dan menjadi pengakuan atas keberhasilan Indonesia dalam mengurangi deforestasi dan degradasi hutan.

Baca Juga  Faktor Ekonomi dan Pertambangan Pemicu Anak Bangka Barat Putus Sekolah

“Inilah langkah awal untuk mengelola hutan Indonesia secara berkelanjutan guna mencapai target pengurangan emisi yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, mengatasi dampak perubahan iklim, dan menempatkan Indonesia di jalur pembangunan hijau. Salam lestari,”terangnya.

Sementara Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin kembali mendorong negara-negara di dunia dan para pihak tidak hanya berbicara tentang target ambisi penurunan emisi, tapi sudah waktunya konkrit melakukan implementasi. Semua negara harus berkolaborasi dan menjadi bagian dari solusi. Semua harus berkontribusi sesuai dengan kapasitas masing-masing. (***)

Baca Juga  Gandeng Bengkulu Panther Comunity Distribusikan Alquran, BWA: Target Tahun 2022, Terealisasi 100.000

 

LEAVE A REPLY