Jurnalisme Positif: Jurnalisme Beritikad Baik

Jurnalisme Positif: Jurnalisme Beritikad Baik

BERBAGI

MEDIA massa sudah seharusnya mengampanyekan penerapan jurnalisme positif dan konstruktif guna menghadapi pertempuran dengan media sosial dalam memberikan informasi yang benar dan tepat.

Pertempuran antara media massa dan media sosial ini dapat berlangsung cepat ketika ada kesadaran kolektif dari para pemilik dan pengelola media massa untuk melakukan jurnalisme positif dan konstruktif. Oleh karena itu, ada baiknya kita terus berkampanye mengenai penerapan jurnalisme positif dan konstruktif.

Pertempuran yang dihadapi oleh media massa dengan media sosial itu bukan berarti menjadikan media sosial sebagai musuh media massa.

Baca Juga  Bola Kita Menjelang Juara AFF

Pertempuran yang dihadapi media massa dengan media sosial adalah terkait dengan konten-konten hoaks yang mendominasi media sosial sehingga mengantarkan masyarakat pada misinformasi. Konten-konten (media sosial) itulah yang bertempur dengan media massa.

Dalam pertempuran itu, media massa harus menjelaskan dan mengedukasi masyarakat mengenai suatu informasi.

Di sinilah muncul yang namanya jurnalisme positif dan konstruktif, yaitu bagaimana berita-berita yang disiarkan sebagai perusahaan media memiliki unsur edukasi, menggerakkan, memberdayakan, serta menginspirasi masyarakat.

Selanjutnya, meskipun media-media arus utama (mainstream) di Indonesia pada saat ini sudah dapat dikatakan menerapkan jurnalisme positif dan konstruktif dalam pemberitaan, hal tersebut belum diterapkan pula oleh media nasional secara luas, khususnya media-media daring (online).

Baca Juga  Pejabat Daerah Jangan Bikin Rakyat Panik

Secara umum, media mainstream telah menerapkan jurnalisme positif dan konstruktif dengan baik karena dalam pemberitaan, mereka mematuhi Undang-Undang Pers, pedoman media siber, serta etika dan kaidah jurnalistik.

Sementara terkait dengan media-media daring, ada beberapa di antara mereka yang masih mengabaikan etika dan kaidah jurnalistik dalam pemberitaan.

Selain itu, soal fake news (berita palsu), juga menjadi persoalan tersendiri yang membutuhkan perhatian.

Jurnalisme positif merupakan jurnalisme yang beritikad baik dan mematuhi etika serta kaidah-kaidah jurnalistik.

Baca Juga  Pastikan Tertib Prokes, Gubernur Sambangi Sejumlah Gereja di Pangkalpinang

Pendek kata, jurnalisme positif adalah jurnalisme yang beritikad baik dan sejatinya mematuhi etika atau kode etik jurnalis serta kaidah jurnalistik.

Jurnalisme konstruktif adalah pemberitaan yang tidak hanya menyebarkan informasi tetapi juga mengarah pada pemberian solusi. (*)

Diolah dari berbagai sumber

LEAVE A REPLY