Kejati Babel Jadwalkan Pemeriksaan 100 Debitur, PT HKL dan Kacab BSB Pangkalpinang

Kejati Babel Jadwalkan Pemeriksaan 100 Debitur, PT HKL dan Kacab BSB Pangkalpinang

BERBAGI

SUARAPOS.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung menjadwalkan pemeriksaan sekitar 100 debitur, petinggi PT HKL dan Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Pangkalpinang dalam kasus dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif sebesar sekitar Rp21 miliar.

Dari informasi yang dihimpun, Kepala Cabang Bank Sumsel Babel Pangkalpinang, Benny Maryanto atau Bento dijadwalkan lagi penyidik Kejati Babel untuk diperiksa penyidik pada Senin, 24 Juni 2024.

Sedangkan sebanyak 100 debitur akan diperiksa setelah Bento, namun masih di pekan yang sama. Selain itu, penyidik juga segera memeriksa sejumlah petinggi PT HKL.

Baca Juga  Mayoritas Masyarakat Ingin Pilpres Sekali Putaran, Pasangan Prabowo - Gibran Unggul 52,5 Persen

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Babel, Basuki Rahardjo membenarkan adanya jadwal pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam waktu dekat.

“Iya benar mas, akan ada pemeriksaan dalam waktu dekat,”ujar Basuki, Sabtu 22 Juni 2024.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati Babel telah memeriksa AO, Penyelia bank plat merah daerah dan Jamkrida Babel. Sedangkan Bento, dua kali panggilan sebelumnya tidak hadir dan ini adalah kali ketiganya dijadwalkan untuk diperiksa.

Soal ketidak hadiran memenuhi panggilan penyidik, Bento beralasan nama di surat panggilan yang pertama penyidik adalah salah.

“Memang benar ada pemanggilan pihak Kejati Babel kepada sejumlah pejabat terkait tersebut. Tapi bukan atas nama saya mungkin salah menulis nama saya hingga pemanggilan tanggal 10 Juni 2024 tidak datang,” kata Bento, Selasa (12/6/2024).

Baca Juga  Begini Progres Pembangunan Masjid Agung Kubah Timah Pangkalpinang

Namun, jika memang ada surat panggilan dia berjanji untuk hadir menjalani pemeriksaan oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

“Kalau saya dipanggil tentu saya siap datang. Soal KUR yang dituduhkan itu tidak semuanya fiktif dan ada yang benar,” ujarnya.

Dari data yang dihimpun, Bank Sumsel Babel memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada atas nama sekitar 430 debitur dengan nilai total sekitar Rp21 miliar dalam kurun waktu tahun 2022-2023.

Dalam penelusuran, kredit tersebut diduga kuat fiktif lantaran tidak sesuai peruntukan dan uang hasil pengajuan kredit yang dicairkan Bank Sumsel Babel diduga kuat tidak diterima debitur, namun diduga ada yang mengalir ke oknum petinggi PT HKL.

Baca Juga  Ganjar dan Anies Mendadak Ragu Hasil Quick Count, Pengamat: Data Tidak Bisa Menyenangkan Pihak yang Kalah

Diketahui PT HKL adalah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli hasil perkebunan seperti karet.

Soal kaitan atau hubungan 430 debitur dengan PT HKL, masih didalami. Redaksi masih mengupayakan konfirmasi dan verifikasi ke Bento, PT HKL dan sekitar 100 debitur. (wah)

LEAVE A REPLY