SUARAPOS.com – Komunitas Babel Around the World (BATW), kini punya 69 anggota. Mereka tersebar di berbagai negara.
Anggota BATW adalah anak-anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
Ketua BATW, Rangga Al Fatah, saat ini kuliah di salah satu perguruan tinggi di Rusia, hadir secara virtual dalam acara Sharing Beasiswa Batch #1 Tahun 2023 yang dilaksanakan di ruang Mahligai Rumah Dinas Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang secara hyrid, Jumat (24/2/2023).
Penjabat Gubernur Babel Ridwan Djamaluddin hadir secara virtual melalui aplikasi zoom dan Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Babel Sri Utami Soedarsono bersama ratusan siswa secara offline.
“Suatu kebanggaan luar biasa bagi kami diberi kesempatan membantu dan berkontribusi secara langsung untuk Bangka Belitung, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia bersama banyak rekan lainnya di luar negeri berharap event tersebut dapat mendorong semakin banyak mahasiswa baru dari Negeri Serumpun Sebalai yang berkuliah di luar negeri.
“Untuk itu, kami sangat terbuka bagi adik-adik yang ingin berkuliah di luar negeri secara langsung pada hari ini, maupun nanti, dapat menghubungi Instagram kami di Babel Around the World,” katanya.
Beasiswa Luar Negeri
Sementara Ridwan, dalam acara bertajuk “SDM Bangka Belitung Mengglobal: Melangkah ke Luar Negeri dengan Beasiswa” itu, mendorong anak-anak muda agar mau belajar, dan sekolah supaya menjadi anak yang hebat.
“Jadi, kalau kita ingin maju, yang pertama harus kita tingkatkan adalah SDM-nya. Timah kita menurut para ahli umurnya 30 tahun lagi atau dua kali lipatnya, begitu pula dengan sumber daya alam lainnya. Tapi, sumber daya manusia yang merupakan sumber daya terbarukan dan tak pernah habis itu adalah sumber daya manusia,” ujarnya.
Setidaknya, kata Ridwan, lebih dari 50% anak-anak muda Bangka Belitung usia 19-23 tahun yang berkuliah. Saat ini diperkirakan hanya 14,85% saja yang berkuliah di Bangka Belitung, ditambah yang ada di luar Bangka Belitung. Jika ditotal hanya sekitar 30% yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Jumlah ini menurutnya masih rendah.
“Berkuliah itu sesungguhnya bukan hanya kita mengikuti jenjang pendidikan tinggi, tapi kita belajar hal-hal yang tidak kita dapatkan jika kita tidak kuliah. Kita bisa belajar dari dosen kita, belajar dari sesama teman, dan membangun jejaring profesional ke depan,” katanya.
Ridwan berbagi pengalaman selama berkuliah di luar. Ia menilai jika selama menempuh pendidikan di luar negeri tidak ada bedanya dengan di Indonesia. Sebab katanya, pendidikan bisa didapatkan dari mana saja, dan di negara manapun.
“Saya yakin kita semua lahir ke bumi dibekali oleh Tuhan dengan bekal yang sama, tergantung kita saja mau bagaimana,” katanya.
Membangun mahasiswa yang hebat juga harus didukung dengan fasilitas serta tenaga pengajar yang baik, jangan sampai ada perasaan minder dari anak-anak. Pemerintah Provinsi Babel pun mendukung hal ini dengan menyediakan beasiswa.
“Sejauh ini dengan UGM kita sudah mewacanakan untuk membuka jalur kerja sama supaya anak-anak kita bisa kuliah di UGM. Nanti saya yakin bisa diikuti oleh perguruan tinggi yang lain, dengan ITB, UI, dan lain-lain. Semua akan kita buka supaya siapa saja anak-anak di Bangka Belitung yang memang berniat untuk belajar, untuk maju, akan kami fasilitasi,” katanya.
“Semoga setelah sosialisasi ini ada yang betul-betul mendaftar dan berhasil mendapatkan beasiswa yang kita promosikan,” sambung Ridwan. (*)