Suarapos.co.id
PLTU Air Anyir Tinjau Pembuatan Pupuk dari FABA di Ponpes Riyadhul Muhibbin...

PLTU Air Anyir Tinjau Pembuatan Pupuk dari FABA di Ponpes Riyadhul Muhibbin Namang

BERBAGI

Suarapos.com – Pemanfaatan FABA untuk menjadi pupuk turut dikembangkan oleh PLTU Air Anyir dengan memanfaatkan Fermentasi pada FABA sehingga menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin, Namang, Kabupaten Bangka Tengah.

PLN UIW Babel dalam keterangan yang diterima suarabangka.com grup suarapos.com, Jumat pagi (11/11/2022) menyebutkan beberapa hari lalu PLTU Air Anyir mengunjungi Ponpes Ridhul Muhibbin meninjau proses pembuatan pupuk dari FABA.

Dengan memanfaatkan Fermentasi dari pelepah dan daun Talas dengan ditambahkan sejumlah bahan. Fermentasi ini disemprotkan ke FABA kemudian ditutup dengan menggunakan terpal selama beberapa hari.

Dengan cara ini FABA dapat dimanfaatkan secara total, dan tidak memerlukan campuran untuk dijadikan pupuk organik.

Produk ini sudah dipasarkan secara terbatas oleh Pondok Pesantren Riyadhul Muhibbin, bekerja sama dengan UMKM setempat dan telah mendapatkan hasil yang cukup memuaskan untuk perkembangan UMKM Daerah Namang, Bangka Tengah.

Baca Juga  Stafsus Presiden Kunjungi Bazar UMKM Mitra Binaan PT Timah Tbk

 

Selain menjadi pupuk organik padat, Ponpes Riyadhul Muhibbin juga mengembangkan pupuk organik cair dengan menjual hasil Fermentasi dari daun dan pelepah talas untuk dicampur dengan menggunakan FABA guna mengikat kandungan silika yang ada dalam kandungan FABA sendiri.

Hal ini juga membuat varian produk pupuk dari pondok pesantren Riyadhul Muhibbin menjadi bertambah dan bermanfaat bagi UMKM di Namang.

Selain itu, PLTU Air Anyir juga berkesempatan mengunjungan UMKM peternakan Hewan (Sapi) diwilayah Bangka Tengah. UMKM ini telah memanfaatkan limbah kotoran sapi dengan dicampur menggunakan FABA dengan menambahkan sejumlah komposisi.

Dengan hasil ini UMKM Wira Taruna Lestari juga telah mendapatkan solusi untuk pengolahan limbah kotoran hewan dan dapat menjadikan produk ini sebagai pupuk untuk Desa Kayu Besi.

Baca Juga  Warga Bangka Tengah Sebut Erick Thohir Sosok Pemimpin Muda Asal Sumbagsel Panutan Para Milenial

Butuh Dukungan

Dilansir dari suarabangka.com, Selasa (18/10/2022), Pondok Pesantren (PP) Riyadhul Muhibbin, Namang, Kabupaten Bangka Tengah, kini sedangkan mengembangkan pupuk organik berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

PP Riyadul Muhibbin bekerja sama dengan sejumlah pihak sedang melakukan uji coba memproduksi pupuk organik menggunakan bahan dasar Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

Pimpinan PP Riyadhul Muhibbin Ustadz Huzaifah mengungkapkan saat ini hasilnya sudah ada yang dalam bentuk padat, ada pula yang berbentuk cairan.

Untuk bahan baku, pihaknya bekerja sama dengan PLN Wilayah Babel. Hanya saja masih diproduksi secara terbatas dan dipakai untuk kalangan terbatas.

“Karena masih dalam tahap uji coba. Hasilnya untuk tanaman seperti cabai dan bawang merah cukup bagus. Sementara untuk kelapa sawit masih diuji coba,” kata Huzaifah.

Baca Juga  Prioritas Rehabilitasi Magrove, 9 Gubernur Teken Komitmen di Hadapan Presiden

Pihaknya memang belum memproduksi massal, selain masih dilakukan uji coba, juga masih dalam proses pengurusan legalitasnya.

“Makanya masih untuk kalangan terbatas. Namun kita masih terus memprosesnya,” kata Huzaifah.

Ia berharap agar pihak terkait dapat membantu pihaknya dalam mengembangkan pupuk tersebut, termasuk proses perizinannya.

Huzaifah berharap pupuk tersebut dapat menopang kemandirian PP Riyadul Muhibbin yang ia pimpin.

Untuk pengembangannya Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah siap memberikan dukungan.

Dukungan ini disampaikan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman kepada suarabangka.com grup suarapos.com beberapa waktu lalu.

“Uda (sudah) saya sampaikan dengan Uztad Huzaifah (Pimpinan PP Riyadhul Muhibbin). Kita lagi cek lab (laboratorium) untuk sama-sama nanti bisa infokan ke masyarakat, dan insyaa Allah kita bisa kerjasama nanti,” kata Algafry melalui pesan tertulis. (fh)

LEAVE A REPLY