Program KBN: Air Gantang Bakal Jadi Daerah Distinasi Wisata Bahari di Bangka...

Program KBN: Air Gantang Bakal Jadi Daerah Distinasi Wisata Bahari di Bangka Belitung

"Pekan lalu Danlanal Babel (Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto M.Tr.Hanla) bersama rombongan sudah ke sini (Air Gantang), ada juga bersama rombongan dari Mabes AL guna meninjau lokasi dan persiapan,"ujar Kades Air Gantang, Alikhan.

BERBAGI

SUARAPOS.COM – Kepala Desa Air Gantang, H. Alikan menyambut baik program Kampung Bahari Nusantara (KBN) yang diinisiasi TNI AL. Bila program KBN ini terwujud, Air Gantang akan menjadi daerah Distinasi Wisata Bahari di Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diketahui Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, memiliki Pantai Penganak di Dusun Penganak saat ini sedang dipersiapkan menjadi KBN oleh TNI AL dalam hal ini melalui Lanal Babel.

“Pekan lalu Danlanal Babel (Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto M.Tr.Hanla) bersama rombongan sudah ke sini (Air Gantang), ada juga bersama rombongan dari Mabes AL guna meninjau lokasi dan persiapan. Tadi ada juga pihak Lanal Babel membuat pelatihan atau semacam pertemuan di Pos Al di sini,” kata, Alikan, Sabtu malam (5/5/2024).

Baca Juga  Sempat Dibekukan OJK hingga Jadi Temuan BPK, RUPSLB PT. Jamkrida Babel Cuma Ganti Komisaris

Pihak desa dan masyarakat Air Gantang, kata Alikan menyambut baik program KBN. Pihaknya pun siap bersinergi dalam mendukung agar Air Gantang bisa diresmikan sebagai KBN.

“Saya sampaikan ke pihak Lanal Babel, kami dari desa beserta masyarakat mendukung dan siap bersinergi agar Air Gantang diprioritaskan jadi KBN,” ujar Purnawirawan TNI AD ini.

Apalagi, tujuan KBN ini untuk mengembangkan perekonomian dan pariwisata bahari di Air Gantang. KBN ini juga sebagai upaya dalam melakukan edukasi bahari bagi masyarakat secara luas terutama generasi muda.

Baca Juga  Ini Nama - nama Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2022

“Kita punya pantai yang bagus, pulau-pulau kecil, Mangrove, bisa juga dikembangkan peternakan madu kelulut bakau atau mangrove dan lainnya yang butuh dikembangkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas dan mensejahterakan masyarakat,” paparnya.

Alikan juga menjelaskan, saat ini sejumlah UMKM juga terus dibina pihaknya agar bisa semakin tumbuh. Termasuk di sektor perikanan.

“Melalui kelompok nelayan, juga kami sedang mengembangkan udang vaname. Kedepannya kami akan terus mengembangkannya sehingga bisa menjadi salah satu alternatif bagi sumber perekonomian masyarakat,” kata Alikan.

Baca Juga  Gema War On Drugs, Herman: Babel Harus Bersih dari Narkoba, Cegah Sejak Dini

Hanya saja, kata Alikan untuk menunjang pengembangan lebih luas lagi terutama di kawasan Dusun Penganak, Air Gantang butuh ketersediaan listrik yang cukup.

“Kami sudah mengajukan untuk penambahan gardu listrik di Dusun Penganak ke PLN. Kami berharap pihak PLN bisa segera merespon dengan diadakannya gardu tersebut,” ujar Alikan.

Kampung Bahari Nusantara, yang dibentuk atas inisiatif TNI AL untuk mengangkat potensi maritim wilayah pesisir di Indonesia. KBN memiliki beberapa program pemberdayaan yaitu di bidang perekonomian, kesehatan, pendidikan dan pariwisata yang seluruhnya bertujuan meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat pesisir. (fh/wah)

LEAVE A REPLY