PT Timah Tbk Bantu Alat Tangkap Nelayan Babel dan Kepri

PT Timah Tbk Bantu Alat Tangkap Nelayan Babel dan Kepri

BERBAGI

SUARAPOS.com – Untuk mendukung kegiatan nelayan di wilayah operasional perusahaan, PT Timah Tbk menyalurkan program tanggung jawab sosial kepada kelompok nelayan.

Bantuan berupa alat tangkap, peningkatan penyuluhan usaha bagi kelompok nelayan, dan perbaikan perahu nelayan diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian kelompok nelayan.

Selain itu, PT Timah Tbk juga memberikan jaminan sosial berupa BPJS Ketenagakerjaan bagi kelompok nelayan. Anggota holding industri pertambangan MIND ID ini juga kerap membantu nelayan yang mengalami kecelakaan laut.

Sepanjang tahun 2022, PT Timah Tbk menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok nelayan baik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun di Provinsi Kepulauan Riau.

Bantuan yang diberikan meliputi alat tangkap berupa mesin tempel, mesin ketinting, mesin perahu, alat tangkap berupa perangkap kawat dan alat pencari ikan, serta jaring ikan. Serta bantuan perbaikan perahu dan sarana prasarana untuk pengembangan usaha perikanan.

Baca Juga  Kunjungi Beltim, Bunda PAUD Babel Sri Utami Bagikan 198 Buku Pendidikan

Komitmen PT Timah Tbk untuk mendukung kelompok nelayan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.

Ketua KUB Harapan Baru Kampung Tengah, Desa Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Sabirin mengatakan, kelompoknya menerima ratusan jaring dari PT Timah Tbk.

Sabirin mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah memberikan bantuan ini agar anggota kelompok memiliki alat tangkap yang lebih layak.

Rombongan KUB Harapan Baru Kampung Tengah terdiri dari sepuluh nelayan tradisional yang biasa menangkap udang di sekitar Laut Sawang dan Kundur.

Dia mengatakan pendapatan anggota kelompok hampir tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan untuk membeli jaring masih agak berat.

“Kalau musim seperti sekarang, cuacanya juga kurang bersahabat dan resikonya relatif tinggi, terkadang kami tidak berani keluar. Kondisi jaring anggota banyak yang sudah lapuk dan tidak layak pakai, sehingga saat digunakan untuk menangkap hasilnya juga tidak maksimal,” katanya.

Baca Juga  PT Timah Tbk Dukung SMPN I Muntok Ikut Lomba Penggalangan Pramuka IV di Belitung

Sementara itu, Kepala Nelayan Desa Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Satar, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian PT Timah Tbk terhadap masyarakat nelayan.

“Saya selaku Ketua Nelayan Desa Sawang mengucapkan terima kasih kepada PT Timah atas bantuan yang telah diberikan kepada kelompok nelayan khususnya di Desa Sawang ini. Semoga kedepan perusahaan dapat terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, ” dia berkata.

Demikian pula nelayan asal Tanjung Gudang, Desa Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka juga merasa bersyukur atas bantuan mesin tempel 9,8 PK untuk dirinya dan lima rekannya.

Ariansyah mengatakan dia telah menjadi nelayan selama beberapa dekade, tetapi dia kesulitan melaut. Pasalnya, mesin yang dimilikinya sering mengalami kerusakan. Bahkan dia terkadang tidak bisa melaut karena mesinnya rusak.

“Kadang kalau mau melaut batal karena mesin tidak hidup. Saya capek benahi,” ujarnya.

Baca Juga  Terbukti Tingkatkan Keuntungan Hingga 50%, KRKP Terus Dorong Program Makmur BUMN Sejahterakan Petani

Ia bersyukur mendapat bantuan mesin tempel dari PT Timah Tbk sehingga bisa melaut dengan tenang.

“Senang sekali bisa dibantu oleh PT Timah. Alhamdulillah dengan bantuan mesin ini sangat membantu. Dengan mesin baru ini, saya bisa melaut lebih jauh lagi, dan tentunya saya menang’ Jangan khawatir tentang kerusakan lagi,” katanya.

Begitu pula Feriyandi (35), warga Jalan Pahlawan 12, Desa Air Jukung, Kecamatan Belinyu, juga merasa terbantu dengan adanya bantuan mesin tempel dari PT timah Tbk.

Ia mengatakan, bantuan mesin 9,8 PK tersebut dapat memudahkan mereka dalam mencari nafkah. Karena sebelumnya hanya bermesin 3,5 PK.

“Dari sungai Bunting ke lokasi kami di laut hampir 1 jam pakai mesin lama, tapi pakai mesin 9,8 PK hanya butuh waktu 25 menit. Beda jauh. Selain itu, mesin yang disediakan PT Timah memiliki tenaga yang besar. dan juga hemat,” ujarnya. (**)

LEAVE A REPLY