Suarapos.co.id
Suarapos.co.id
Sambut Baik Hercules, Johan Murod: Dia akan Membina Tambang Rakyat

Sambut Baik Hercules, Johan Murod: Dia akan Membina Tambang Rakyat

BERBAGI

Suarapos.com – Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik Hercules yang berencana memulai aktivitas penambangan timah di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Dukungan tersebut disampaikan Johan Murod, HWMF Nasution dan Agus Adaw dengan menggelar konferensi pers di Kongdji Kolong Hijau, Pangkalpinang, Kamis siang, 26 Mei 2022.

“Kami menyambut baik kehadiran Hercules hadir di Bangka Belitung dan rencana perusahaannya menambang timah,” kata Johan.

Apalagi Johan mengungkapkan rencana penambangan tersebut memiliki semangat untuk mensejahterakan masyarakat dan sesuai dengan aturan yang ada.

“Perusahaan Hercules bermitra dengan PT timah dan telah mengantongi izin,” klaim Johan.

Selain itu, CV Timor Ramelau milik Hercules akan membuka peluang bagi masyarakat yang berkeinginan ikut menambang di lokasi yang bakal digarap perusahaan ini.

Baca Juga  Kisah Inspiratif, Polisi di Belitung ini Koleksi Puluhan Piala Burung Berkicau

“Hercules (perusahaan) telah mengantongi SPK (Surat Perintah Kerja) dari PT Timah Tbk. Jadi tidak ada alasan untuk menolaknya, kita welcome (selamat datang),” ujarnya.

Adapun terkait sebelumnya adanya kabar penolakan oleh sejumlah masyarakat di Toboali, Johan justru mempertanyakan alasan penolakan tersebut.

“Sekarang alasannya apa? Pengusaha dari luar (negara asing) seperti Thailand, China saja menambang di Babel. Apalagi ini (Hercules) yang jelas merupakan salah satu tokoh pro integrasi Timor Timur ke Indonesia. Kenapa saudara (Hercules) tidak?” kata Johan.

Baca Juga  PWI Babel akan Tindak Anggotanya yang Lakukan Pemerasan

Selain itu, Johan mengungkapkan keinginan Hercules untuk ikut membina tambang rakyat. Hal ini dinilainya positif.

“Hercules akan mengurus tambang rakyat secara legalitas sehingga hasilnya masuk ke PT Timah,” paparnya.

Sementara terkait adanya kekhawatiran aktivitas penambangan akan mengganggu aktivitas nelayan, Johan tidak sependapat.

Sebab, menurutnya yang mengganggu aktivitas nelayan selama ini adalah illegal fising yang menggunakan trawl (pukat harimau), bom ikan dan keberadaan kapal penangkap ikan asing.

Sementara Agus Adaw menyebutkan pihak lain yang terkadang tidak jelas saja boleh menambang di Babel, apalagi Hercules yang punya niat baik dan sesuai aturan yang ada.

Baca Juga  Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut, PT Timah Reklamasi Laut Babel dan Riau

“Saya berharap jangan pesimis dan menaruh curiga terhadap Hercules. Kita terima Hercules,” ujar Agus.

Baik Agus, Johan dan Nasution menyebutkan mereka dan sejumlah tokoh sudah bertemu Hercules untuk tabayyun (klarifikasi) terkait rencana menambang di Babel.

Nasution mengatakan Hercules ke Babel dengan niat baik. “Saya datang bawa hati,” kata Nasution menirukan ucapan Hercules.

“Kita bantu, kita lihat kalau ada persoalan mari duduk bersama, kita bicarakan. Mari kita merangkul,” sambung Nasution.

Hingga berita ini dimuat masih diupayakan konfirmasi dan verifikasi kepihak terkait. (fh/way)

 

 

LEAVE A REPLY