
SUARAPOS.COM – Aksi sigap kembali ditunjukkan TNI Angkatan Laut dalam menjaga kekayaan sumber daya alam nasional. Sebanyak 81 karung bijih timah beserta mineral strategis berhasil diamankan dari upaya penyelundupan ilegal di Pantai Penyusuk, Belinyu, Bangka, Bangka Belitung, pada Senin malam (20/4).
Operasi ini merupakan hasil sinergi taktis Satgas gabungan yang melibatkan Satlap Tricakti, Satgassus Timah Intelmar Pusintelal Mabesal, serta dukungan unsur kapal perang KRI Karotang-872. Berbekal informasi intelijen yang akurat, tim langsung bergerak cepat melakukan operasi senyap dengan penyekatan ketat di perairan Belinyu hingga Muntok menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Pada saat bersamaan, KRI Karotang-872 di bawah komando Mayor Laut (P) Rochmatus Syolikhin melaksanakan patroli strategis di sekitar Pulau Berhala guna menutup jalur pelarian. Tekanan dari operasi terpadu ini membuat pelaku panik hingga kapal cepat mereka mengalami kerusakan mesin, memaksa mereka meninggalkan muatan di kawasan berbatu Pantai Penyusuk.
Dalam penyisiran intensif, tim menemukan 81 karung bijih timah basah yang disembunyikan di celah-celah batu. Temuan ini sekaligus mengungkap modus baru penyelundupan yang lebih berbahaya, yakni pengambilan langsung hasil tambang dari Ponton Isap Produksi (PIP) di laut tanpa melalui proses resmi.
Menariknya, material yang diamankan tidak hanya berupa bijih timah biasa, tetapi juga mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti Monazite, Zircon, Ilmenite, dan Rutile—komoditas bernilai tinggi yang menjadi bahan baku penting industri teknologi modern di pasar global.
Seluruh barang bukti kini telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut guna membongkar jaringan penyelundupan yang lebih luas. Keberhasilan ini diperkirakan mampu menyelamatkan potensi kerugian negara dalam jumlah besar sekaligus mempertegas komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia. (*)






































