Suarapos.co.id
Soal Laporan Gratifikasi ke KPK, Dua Kali Diantar Ditolak, Suparlan: Uang Ditinggalkan...

Soal Laporan Gratifikasi ke KPK, Dua Kali Diantar Ditolak, Suparlan: Uang Ditinggalkan di Meja

"Yang tahu semuanya si "Y", uang tersebut diantar oleh "Y" dua kali ke kantor. Pertama kali diantar pagi, saya tolak," ujarnya.

BERBAGI

Suarapos.com – Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pangkalpinang Suparlan Dulaspar, menyebutkan uang dugaan gratifikasi Rp50 juta yang dikembalikannya ke KPK diantar “Y” ke kantornya. Sedangkan “Y” diduga diperintah oleh seseorang.

Hal ini diungkapkan Suparlan ketika diwawancara wartawan melalui sambungan telepon, Jumat, 20 Mei 2022.

“Yang tahu semuanya si “Y”, uang tersebut diantar oleh “Y” dua kali ke kantor. Pertama kali diantar pagi, saya tolak,” ujarnya.

“Sore hari “Y” datang lagi ke ruangan saya dan memaksa saya menerima uang tersebut, tetap saya tolak,” lanjut Suparlan tanpa merincinya.

Baca Juga  Kajari Pangkalpinang Bantah Oknum Jaksa Main Proyek, Ketua PWI Babel : Menulislah Dengan Kebenaran, Bukan Asumsi

Siapa yang memerintahkan menyerahkan uang tersebut? Suparlan mengatakan informasi yang disampaikan langsung oleh “Y” kepadanya bahwa penyerahan uang tersebut diduga atas perintah seseorang.

“Kasihlah ke dia (seseorang yang diduga memerintah) gale,” ujarnya, dengan menyebut nama seseorang.

Karena tetap kukuh menolak, “Y” akhirnya meninggalkan begitu saja uang tersebut di meja Suparlan di Kantor Dinas PU Pangkalpinang.

“Saya bilang akan mengembalikan ini ke negara karena tidak mungkin ke kas daerah. Nah uang tersebut, termasuk dokumen, kemudian saya serahkan ke KPK,” kata Suparlan.

Baca Juga  67 Tahun PT Timah Tbk Dukung Pendidikan Bagi Disabilitas di Babel

Soal ada pihak yang menyebut dirinya memfitnah, Suparlan menolaknya.

“Saya tidak pernah memfitnah siapapun,” tegasnya.

Melansir Suarapos.com, Kamis, 19 Mei 2022, Suparlan Dulaspar melaporkan dan mengembalikan dugaan uang gratifikasi yang diterimanya ke KPK.

Sementara ketika dikonfirmasi wartawan ke Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil yang akrab disapa Molen mengatakan tidak tahu menahu soal itu.

“Surat apa. Saya belum tahu. Malah baru dengar,” ujar Molen saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis, 19 Mei 2022.

Baca Juga  Dihadapan Pimpinan Media, Polri Tegaskan Netralitas Pemilu 2024 Harga Mati

Ditanya apakah benar memberi uang Rp50 juta kepada Suparlan sebagai fee pembebasan lahan rencana pembangunan Jalan Kerabut – Selindung dan Jalan Tembus Lingkar Timur dari salah satu perusahaan, Molen dengan tegas membantah.

“Uang dari mana kalau saya yang kasih. Kok saya yang kasih. Saya tidak tahu. Laporannya secara resmi belum saya terima,” ujar dia.

Hingga berita ini dimuat masih diupayakan konfirmasi dan verifikasi ke pihak terkait. (SP)

LEAVE A REPLY