25 Sekolah di Muratara Terendam Banjir, Aktifitas Belajar Mengajar Lumpuh Total

25 Sekolah di Muratara Terendam Banjir, Aktifitas Belajar Mengajar Lumpuh Total

"Saat ini kami masih terus melakukan pendataan, kemungkinan jumlah sekolah yang terendam banjir akan terus bertambah mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan debit air terus naik,"ujar Kadis Pendidikan Muratara, Zazili.

BERBAGI

SUARAPOS.COM – Sebanyak 25 sekolah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan terendam banjir.

Akibatnya aktivitas belajar mengajar lumpuh total. Banjir diakibatkan meluapnya Sungai Rawas.

Selain merendam bangunan sekolah, ratusan rumah wargapun ikut juga terendam banjir.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara , Zazili membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini setidaknya ada 25 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama(SMP) tersebar di tujuh kecamatan terendam banjir.

Baca Juga  Dewan Pers Luncurkan Layanan Aplikasi Pengaduan Elektronik

Secara rinci Zazili menjelaskan 25 sekolah yang terendam banjir antara lain SDN Biaro Baru, SDN 4 Bingin Teluk, SDN 1 NOMAN, SDN 1 Karang Dapo, SDN Pantai, SDN 3 Muara rupit,
SDN 2 Maur, SDN Biaro Lama. Selain itu SDN 2 Karang Dapo, SDN karang Anyar, SDN 1 Rantau Kadam, SDN1 Lesung Batu, SDN kertasari, SDN Mandi Angin, SDN Kerta Dewa, SDN Lubuk Rumbai, SDN Terpadu Translok Pauh.

Sementara sekolah menengah yang terendam banjir antara lain SMP Negeri Karang Anyar, SMP Negeri Terpadu Translok Pauh, SMP Negeri Pangkalan, SMP Negeri Pulau Lebar SMP Negeri Napalicin SMP Negeri karang Dapo, SMP Negeri 1 Muara Rupit danS MP Negeri Pulau Kidak.

Baca Juga  Warga Muba Blokir Mobil Tangki Minyak Ilegal di Jalan Rusak Keluang

“Saat ini kami masih terus melakukan pendataan, kemungkinan jumlah sekolah yang terendam banjir akan terus bertambah mengingat curah hujan masih cukup tinggi dan debit air terus naik,”ujarnya.

Untuk itu dirinya menginstruksikan pada para kepala sekolah yang sekolahnya terendam banjir agar menghentikan sementara aktifitas belajar dan mengajar sampai air surut.

“Saya himbau agar siswa diliburkan sementara sampai banjir surut,” pungkasnya. (dhia/suarapos)

LEAVE A REPLY