Air Mata Menetes di Westkust

Air Mata Menetes di Westkust

BERBAGI

Suarapos.com – Menjelang tengah hari, Tim Badan Wakaf Quran (BWA) tiba di Panti Asuhan Alkahfi, Desa Westkust, Kecamatan Kepahyang, Kabupaten Kepahyang, Sabtu/15/1/2022.

Westkust berada di ketinggian sekitar 600-1000 meter, berhawa sejuk, menempel di salah satu sisi punggung Bukit Kaba.

Jalan aspal selebar tiga meter itu terasa sempit dilewati mobil jenis Toyota Hiace pinjaman Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Mitsubishi dobel kabin pinjaman Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah sebagai dukungan operasional selama distribusi Alquran.

Apalagi ketika berpapasan dengan kendaraan lain dari arah atas bukit. Sepanjang jalan menuju lokasi menanjak. Beberapa kali mobil terpaksa berhenti menunggu serombongan anak sekolah tingkat SLTA melintas pulang dari arah bukit.

Ustad Idha (30 Tahun) dan para santrinya anak yatim dan yatim piatu itu tampak sumringah begitu mobil memasuki halaman musala sederhana berdinding seng bekas ala kadarnya.

Mereka berhamburan masuk musala berukuran 10 meter x 10 meter itu, lalu duduk bersila dengan tertip di lantai tanah beralaskan karpet lusuh.

Berbaju gamis, sebagian mengenakan sarung yang tampak robek di sana-sini. Sebagian mengenakan peci hitam yang sudah mulai menguning dimakan usia dan ada bagiannya yang terkelupas.

Westkust istilah dalam bahasa Belanda yang artinya ‘Pantai Barat’, entah apa maksudnya dan siapa yang menamakan desa itu dengan nama tersebut.

Yang pasti kita tidak akan menemukan pantai sebab daerah perbukitan. Dan barangkali saja kita bisa menduga Belanda lah yang menamakan desa itu dengan nama Westkust.

Westkust hanya berjarak sekitar 8 kilometer atau butuh waktu tempuh Sekira 17 menit ke Kebun Teh Kabawetan seluas 1.911 hektar. Bisa juga kita menduga Westkust erat kaitannya dengan perkebunan teh ini.

Belanda mulai membangun perkebunan itu secara bertahap Tahun 1925-an. Selanjutnya pernah dikuasai pihak Jepang ketika Indonesia termasuk Bengkulu dijajah Jepang.

BWA dan Amalsholeh.com datang membawa sejumlah Alquran yang dikemas dalam beberapa dus karton untuk Alkahfi, Pondok Tahfizh Quran dan lembaga Keislaman sekitar Kepahyang.

Direktur Program BWA H. Hazairin Hasan mengatakan Alquran yang diserahkan adalah bagian dari 10.000 Alquran yang didistribusikan untuk Bengkulu.

“Kepada anak-anak, para ustadz dan Pak Camat, mohon doanya agar BWA dapat dimudahkan merealisasi target 100.000 Alquran Tahun 2022, untuk Bumi Raflesia ini,” ucapnya datar.

Para santri itu tampak mendekap erat-erat sejumlah Alquran ketika menerima penyerahan secara simbolis oleh Camat Kepahyang, Idris.

Mereka berasal dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu. Ada pula yang dari Jawa Barat.

“Kami merasa senang dapat Alquran. Semakin membuat kami bersemangat menghapalnya. Alqurannya bagus,” kata salah seorang santri berusia belasan tahun, matanya basah.

Sejumlah anggota Tim BWA pun tampak meneteskan air mata saat salah seorang santri usia belasan tahun itu ketika membacakan doa menggunakan pengeras suara di akhir acara serah terima Alquran.

Dengan penuh khusyuk dan suaranya bergetar doa itu dia panjatkan dalam Bahasa Arab dan Indonesia dengan fasih.

Di belahan lain bumi, di tempat terpencil ini, jauh dari hingar bingar, berhawa sejuk dan sunyi, harapan itu dinaikkan ke langit. (fh)

 

LEAVE A REPLY