Emron Pangkapi: Selamat Jalan Sahabatku…

Emron Pangkapi: Selamat Jalan Sahabatku…

BERBAGI

Oleh : Emron Pangkapi

GUBERNUR HUDARNI RANI: Hari ketiga setelah beliau wafat, barulah saya bisa menulis catatan tentang sahabat saya ini. Sungguh saya “shock” atas kepergian beliau yang tiba-tiba.

Jumat, 8 April 2022 di hari puasa ke-6, saya memang kurang sehat. Pulang dari Jumatan lebih banyak tiduran saja.

Sore hari HP bergetar-getar terus, banyak panggilan. Sampai muncul nama sahabat saya Irjen Pol Erwin Tobing. Dari seberang suaranya menggeletar minta konfirmasi atas kepergian sahabat kami H.A Hudarni Rani, Anggota DPD RI, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (2002-2007).

Ternyata info wafat sudah beredar sejak pk 16.00 WIB.

Saya bergegas ke kediaman almarhum. Berbekal air mineral dan kurma berbuka puasa, bersama putraku Gaung, kami menuju ke apartemen MOI Kelapa Gading, sambil menghubungi berbagai pihak.

Persis waktu Magrib saya tiba di sana. Pak Erwin Tobing pun tiba. Bersama kami masuk ke kamar tidur di kediaman lantai 10.

Kami melihat sahabat Hudarni Rani terbaring, wajahnya bersih damai dalam tidur nyenyak di tempat tidur di kamar.

Menurut Fauzi, sopir pribadi yang selalu bersamanya, almarhum pagi masih sehat-sehat, biasa-biasa saja. Siang menjelang waktu sholat Jumat, asmanya kambuh.

Fauzi menghubungi keluarga di Bangka dan kerabat dekat di Jakarta. Almarhum menutup mata.

Memang semua ini hanya jalan takdir. Allah sudah menentukan segalanya. Kullun nafsien zhaikatul maut.

Orang pertama yang sampai di apartemen adalah Ibu Eka Justiar, sahabat keluarga beliau dan sahabat keluarga kami juga. Ibu Eka menghubungi dokter RS terdekat. Diagnosa dokter menyatakan beliau sudah wafat sekitar dua jam sebelumnya (lk. jam 14.00).

Ibu Ekawaty melakukan koordinasi, termasuk ke pihak DPD RI.
Saya terharu, mantan Kepala Biro Umum Pemprov Babel ini melaksanakan tugas begitu sempurna bagi mantan gubernur kami. Terimakasih Ibu Eka, jazaakumullah.

Hudarni Rani sahabat saya. Sahabat dekat. Kami sering berbeda pandangan, sesekali berselisih, tapi tidak mengurangi arti persahabatan. Kami lengket sejak sesama aktivis perjuangan pembentukan Provinsi Kep. Babel 1999. Dalam barisan perjuangan, beliau Ketua Presidium wakil Pangkal Pinang, dan saya Ketua Kelompok Kerja Percepatan Perjuangan di Jakarta.

Setelah Provinsi terbentuk kami sama-sama mengisi formasi DPRD Provinsi Kep. Babel priode pertama (2001-2004). Hudarni Ketua DPD Partai Golkar saya Ketua DPW PPP Babel. Tentu ada kepentingan-kepentingan politik yang sekali-sekali membuat kami berseberangan.

Dalam proses pemilihan pimpinan DPRD, saya terpilih sebagai Ketua dan Hudarni Rani sebagai wakil ketua. Bahu membahu kami mempersiapkan produk legislasi untuk daerah otonomi baru ini.

Setahun berikutnya Hudarni yang lebih senior (usianya 7 tahun di atas saya), mencalonkan diri jadi Gubernur. Maka sebagai Ketua DPRD saya “mengetuk palu” keterpilihannya sebagai Gubernur Kep. Babel (2002-2007).

Selanjutnya saya mendampingi Gubernur Hudarni Rani meletakkan pondasi Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Negeri Serumpun Sebalai.

Selamat jalan Pak Gubernur,
Selamat jalan sahabat ku…..
Allahumma firghlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Saya bersaksi Engkau orang baik, insya Allah syurga jannatun naim tempat terindah bagi mu.
Amiien Ya Rabbal’alamien. (*)

LEAVE A REPLY