Pasokan Gas Elpiji Terganggu, Komandan KRI Silea Benarkan Amankan Kapal Leoton 3

Pasokan Gas Elpiji Terganggu, Komandan KRI Silea Benarkan Amankan Kapal Leoton 3

BERBAGI

Suarapos.com – Beredar informasi kapal yang mengangkut gas elpiji Leoton 3 dari Palembang menuju Muntok, Kabupaten Bangka Barat tidak bisa bersandar di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok. Sebab diduga akibat diamankan KRI Silea milik TNI AL, Rabu pagi, 27 April 2022.

Kapal tersebut biasa setiap hari mengangkut pasokan gas elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari hari.

Sementara ketika informasi tersebut dikonfirmasi ke Humas PT BMJA sebagai pemasok gas elpiji tersebut membenarkan informasi tersebut.

“Iya bang tadi sore saya diinfokan oleh kantor begitu diamankan KRI Silea 858 saat berlayar dari Palembang menuju Tanjung Kalian Muntok,” ujar Riandi Humas PT BMJA saat di hubungi melalui telepon seluler, Rabu malam.

Dia juga mengatakan untuk dokumen pelayaran semuanya dalam kondisi lengkap dan sudah mendapatkan izin berlayar dari pihak kesyahbandaran. Hingga malam ini kapal belum diizinkan berlayar dan masih lego jangkar di Palembang.

“Semunya masih ditahan, kapal berikut tongkang yang membawa skidtank berserta sopir mobilnya dengan alasan tidak ada asuransi kapal dan tongkang. Tadi saya cek di admin kantor semua dokumen lengkap dan sudah diizinkan syahbandar untuk beraktifitas,” ungkapnya.

Padahal, kata Riandi, stok yang ada di pabrik pengisian hanya cukup untuk 2 hari. Sedangkan pasokan yang akan diambil di Pertamina Palembang sebanyak 195 ton.

“Kita udah cek tadi bahwa stok kita yang ada hanya cukup untuk 2 hari. Tadinya hari ini akan masuk sebanyak 195 ton. Namun kapal kita belum diizinkan untuk berlayar, mudah mudahan ada jalan keluarnya,” kata Riandi.

Sementara redaksi Suarapos.com Grup Suarabangka.com menkonfirmasi terkait hal ini ke Komandan KRI Silea Mayor Laut Deny Purwanto, melalui telepon selulernya, Rabu, sekitar Pukul 22.30 Wib, membenarkan pihaknya telah mengamankan kapal bermuatan elpiji. Namun dia enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait apa alasan kapal tersebut diamankan.

“Oh iya (diamankan-ed). Mohon maaf bang saya tidak punya kapasitas untuk menjelaskan di handphone. Kalau ada yang mau disampaikan mungkin ada perwakilan saja, sementara saya serahkan ke Lanal Palembang,” terangnya.

Hingga berita ini diterbitkan redaksi Suarapos.com Grup masih mengupayakan mengkonfirmasi ke pihak terkait. (fah/way)

LEAVE A REPLY