Warga Tak Minta Ganti Rugi Pelebaran Jalan Sangku-Tempilang

Warga Tak Minta Ganti Rugi Pelebaran Jalan Sangku-Tempilang

BERBAGI

Suarapos.com – Komisi III DPRD Kepulauan Bangka Belitung meninjau jalan Desa Sangku-Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, yang akan dilebarkan, Jumat, 10 Juni 2022. Masyarakat tak minta ganti rugi.

Ketua Komisi III Adet Mastur mengatakan ruas jalan milik pemerintah provinsi tidak standar.

“Standart jalan Provinsi itu tujuh meter, ditambah badan jalan serta trotoar, jadi luas badan jalan ini harus kurang lebih sekitar 14 meter,” kata Adet.

Adet juga meminta tugu yang ada di persimpangan jalan Sangku – Tempilang ditata lebih baik. Sehingga akses arus lalulintas lebih aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Baca Juga  Rakor TPAKD Babel, Upaya Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

“Tugu ini perlu ditata sedemikian rupa, diperindah biar tidak menggangu jarak pandang pemakai jalan. Demi keamanan dan kenyaman para pemakai jalan ini,” ujarnya.

Di lapangan rombongan Komisi III memdapat informasi dari perangkat desa setempat bahwa untuk kebutuhan pelebaran jalan tidak ada lagi persoalan.

“Masyarakat sudah menerima dengan adanya perluasan jalan, berarti ganti rugi tanam tumbuh tidak ada. Masyarakat sudah merelakan,” ujar Adet.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III, Azwari Helmi memgatakan masyarakat Desa Sangku telah beberapa kali meminta agar jalan tersebut dilebarkan.

Baca Juga  Menjaga Kelestarian Lingkungan Dengan Reklamasi Berkelanjutan

“Pihak desa sudah berapa kali pengajuan, InsyaAllah itu bisa tercapai,” ungkapnya.

Sementara anggota komisi lainnya Ringgit Kecubung, menyarankan pihak desa mempercantik tugu di tengah jalan.

“Tidak masalah letaknya tetap di sini (tengah) tetapi harus dipercantik lagi, misalnya tugu yang melambangkan ciri khas disini,” katanya.

Penjabat Kepala Desa Sangku, Rusdana Ali mengatakan sejak lama warga menginginkan jalan diperlebar.

Jalan Sangku, kata Rusdana cukup ramai dilintasi pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalan sepanjang sekitar 2,1 KM masuk Dusun Sangku dan Dusun Bubung Tujuh.

Baca Juga  Diduga Bermasalah, Kepala BRGM Terjunkan Tim Selidiki Program Rehabilitasi Mangrove di Belitung

“Jalan ini sempit, sering terjadi kecelakaan. Apalagi di saat ada moment seperti perang ketupat sehingga sering macet,” katanya.

“Kami berterima kasih, supaya kedepannya lebih digalakkan lagi kunjungan seperti ini, agar usulan-usulan dari masyarakat bisa lebih cepat terakomodir,” sambung Rusdana.

Anggota Komisi III lainnya yang ikut Firmansyah Levi, Rustamsyah dan Fitra Wijaya. (***)

 

LEAVE A REPLY