Erick Thohir Komitmen Perkuat Ekosistem Usaha Perikanan Nasional

Erick Thohir Komitmen Perkuat Ekosistem Usaha Perikanan Nasional

BERBAGI

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kunjungan ke salahsatu sentral perikanan nasional di Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.

Erick menegaskan masa depan laut Indonesia ada ditangan para nelayan kecil dan tradisional oleh karenanya ekosistem usahanya mulai dari ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), pembiayaan serta pemasarannya harus diperkuat.

Sebab Erick meyakini persoalan nelayan tidak hanya menyangkut persoalan ekonomi, melainkan pula kedaulatan pangan. Dengan begitu Erick menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung terciptanya ekosistem usaha nelayan yang maju.

“Saya yakin masa depan pangan kita ada di laut. Ada di tangan bapak dan ibu nelayan kecil dan tradisional Indonesia. Karenanya, ekosistem usaha nelayan harus terus disehatkan. Mulai dari akses terhadap BBM, pembiayaan hingga pemasaran.” Ujar Erick dikutip dari akun Instagram @erickthohir, Senin (16/5/2022).

Dalam kunjungannya Erick menemukan fakta bahwa konsumsi BBM dalam setiap kegiatan usaha yang dijalankan nelayan lebih dari 50 persen, maka Ia mendorong layanan BBM tersedia di setiap sentral perikanan nasional.
“Saya telah mendengar bahwa 60-70% dari biaya melaut nelayan adalah untuk membeli BBM. Maka, sewajarnya di tiap-tiap kantung nelayan ada layanan BBM.” Ucapnya.

Erick yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu menyatakan ingin membangkitkan kembali kejayaan nelayan Muncar yang dikenal sebagai sebagai sebagai salah satu sentra nelayan di Jawa Timur.

Salahsatu langkah itu, kata Erick melalui sejumlah bank Himbara telah memberikan sejumlah fasilitas pembiayaan dan kredit usaha berbunga rendah, khususnya pada nelayan. Erick ingin fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan Muncar.

“Kalau Muncar ingin kita kembalikan pada kejayaannya sebagai salahsatu sentra perikanan nasional, maka eksosistem usaha perikanannya harus memudahkan nelayan kecil dan tradisional tumbuh kembang. Akses terhadap modal, pembiayaan, pemasaran dan kemitraan harus tersedia.” bebernya. (***)

LEAVE A REPLY