Suarapos.co.id
Hasil Evaluasi BPKP, Peraturan Bupati Muba Soal Perkebunan Karet Rakyat Selaras Dengan...

Hasil Evaluasi BPKP, Peraturan Bupati Muba Soal Perkebunan Karet Rakyat Selaras Dengan Pusat

BERBAGI

SUARAPOS.com – Penjabat Bupati Musi Banyuasin, H Apriyadi, yang diwakili Pj Sekda Muba, H.Musni Wijaya, S.Sos.M.Si, menerima Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di ruang rapat Sekda Muba, Rabu (8/3/2023).

Pertemuan ini mengevaluasi tata kelola perkebunan karet rakyat Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2020 – 2022.

Dalam paparannya, pihak BPKP, Ernaldi Taqwinda menyampaikan bahwa dari hasil review tersebut Pemerintah Kabupaten Muba telah menetapkan 3 Peraturan Bupati yang mengatur tentang perkebunan karet rakyat.

Baca Juga  Giliran KUR BSB Cabang Manggar Rp18 Miliar Disidik Kejati Babel

Dari 3 peraturan tersebut, menurutnya sebagian besar telah selaras dengan peraturan yang ada pada pemerintah pusat di antaranya, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 tahun 2008 tentang Pedoman pengolahan dan pemasaran Bahan Olahan Karet Rakyat (Bongkar).

Selanjutnya, selaras dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39 tahun 2019 tentang Pengendalian mutu bahan olah karet alam spesifikasi teknis yang diperdagangkan.

“Hal ini juga selaras dengan peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 4 tahun 2019 tentang Petunjuk penyelenggaraan pengolahan dan pemasaran bahan olah karet standard Indonesia Rubber yang diperdagangkan,” kata Ernaldi.

Baca Juga  Mantan Gubernur Babel Erzaldi Penuhi Panggilan Kejati Soal Lahan PT NKI 1.500 Hektar

Sementara Pj Sekda Muba H. Musni Wijaya mengucapkan terima kasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan yang sudah menyampaikan hasil evaluasi serta telah memberikan saran dan masukan.

“Pemkab Muba khususnya pak Pj Bupati H Apriyadi berupaya secara maksimal untuk meningkatkan harga karet dan kesejahteraan petani di Kabupaten Muba. Salah satu upaya yang dilakukan tidak hanya membantu Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB), kita juga mendorong lateks,” kata Musni.

“Lateks ini bisa dijual dengan harga lebih tinggi, kita dorong juga agar bisa hilirisasi lainnya misalkan home industri yang memproduksi karet gelang, sendal jepit atau yang lainnya,” sambung Musni.

Baca Juga  Lolos Seleksi Lomba PPD Tahap II, Pangkalpinang Bersiap Mengikuti Tahap Selanjutnya

Kemudian Musni bersyukur karena upaya Pemkab Muba selama ini membuahkan hasil.

“Harga karet meningkat, petani karet pun sejahtera kedepannya,” kata Musni. (***)

LEAVE A REPLY