Pasca Penertiban Tambang Dekat Bandara, Gubernur: Banyak Oknum Bermain

Pasca Penertiban Tambang Dekat Bandara, Gubernur: Banyak Oknum Bermain

"Pastinya, pak kapolda sudah tegas, banyak oknum-oknum bermain selama ini disitu,"

BERBAGI

Suarapos.com – Pasca penertiban aktivitas tambang timah ilegal oleh Tim Resmob Polda Kepulauan Bangka Belitung, dekat gedung VIP Bandara Depati Amir, Rabu, 12 Desember 2021, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, angkat bicara.

Diakui Erzaldi selama ini aktivitas penambangan di lokasi tersebut dilakukan oleh sejumlah oknum.

Dikutip dari Bangkapos.com, Senin (3/1/2022), pukul 16.10 WIB, Erzaldi mengatakan, kawasan milik Pemprov Babel diharapkan jangan lagi ditambang dan menjadi tempat oknum-oknum bermain tambang.

“Pastinya, pak kapolda sudah tegas, banyak oknum-oknum bermain selama ini disitu. Tertib pagi, malam menambang, habis dana kita untuk melakukan penertiban-penertiban. Ada baca berita, bukan reklamasi, tapi menambang, itu tidak benar. Saya sudah melihat,” ujarnya.

Suasana penertiban lokasi tambang belakang Bandara, Rabu (29/1/2021)
Suasana penertiban lokasi tambang belakang Bandara

Aktivitas perusakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bangka Belitung ini diminta hentikan oleh Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, yang telah melihatnya bersama Kapolda Babel Irjen Pol Yan Sultra.

“Kami kemarin bersama pak kapolda meminta yang sudah merusak lingkungan tanah aset milik Pemprov Babel ini untuk dikembalikan. Harus segera direklamasi dan kapolda sudah bersama kami mengecek juga, memang dilakukan untuk reklamasi,” kata Erzaldi, Senin (3/12/2021) di kantor gubernur.

“Untuk reklamasinya minta perusahaan-perusahan menyumbang untuk kegiatan tersebut. Tetapi kita belum koordinasi lagi dengan kapolda,” sambungnya.

Tim Brimob Babel saat tiba dilokasi tambang
Tim Brimob Babel saat tiba dilokasi tambang, Kamis (29/12/2021).

Sebagaimana yang diberitakan suarapos.com, Rabu (29/12/2021), puluhan anggota Brimob Polda Babel menertibkan lokasi tambang ilegal di dekat bandara tersebut.

Petugas mengamankan tiga unit eksavator sementara dua unit lainnya dibiarkan di lokasi karena diduga dalam kondisi rusak.

Selain itu, aparat yang sebagian dilengkapi dengan senjata laras panjang itu, mengamankan pula tiga unit mesin tambang besar (TN), 15 pekerja tambang dan tiga kampil pasir timah yang diduga hasil dari menambang.

“Kalau alat yang kerja ada tiga unit, yang stand by di lokasi ada dua unit. Kami masih di lokasi,” ujar Pasi Intelmob Polda Babel Iptu Yudi, Rabu, petang.

Wartawan suarapos.com Senin pagi memantau lokasi yang sempat ditertibkan tampak tiga unit alat berat sedang bekerja meratakan tanah dan satu unit alat berat lainnya sedang terparkir di kejauhan. Selain itu terlihat juga sejumlah anggota Sat Pol PP mengawasi para pekerja dilokasi.(fh)

LEAVE A REPLY