SUARAPOS.com – Pimpinan Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an (MTHQ), Puding Besar, Kabupaten Bangka, merasa terganggu lantaran seringnya drone misterius “mengawasi” ma’had atau pondok pesantren, terutama di areal asrama santri putri.
Drone misterius tersebut sejak sebulan terakhir semakin sering mengawasi areal pesantren dan belakangan sering terbang rendah di areal asrama putri.
Tak diketahui siapa pemiliknya dan apa tujuannya. Apalagi areal asrama putri adalah areal yang sangat terjaga privasinya.
“Kami sangat terganggu dengan aktivitas drone misterius tersebut. Bukan saja membuat tidak nyaman, kami merasa membahayakan lantaran tak jelas tujuannya,” kata Pimpinan MTHQ, Ustadz Mashuri, melalui keterangan tertulisnya, Kamis siang malam (27/4/2023).
Menurut ustadz Mashuri, terkait drone misterius ini, pihaknya sudah melaporkannya ke Kepala Desa Puding Besar, Indra.
Lebih jauh dijelaskan ustadz Mashuri, drone mulai sering muncul tahun 2021, lalu pada 2022 gak pernah muncul, kini 2023 sering muncul.
Ustadz Mashuri mengatakan kalau pada 2021 dia sendiri yang sering menyaksikan dan mencoba menghalau. Namun yang terbaru dia sering mendapatkan laporan dari para santri dan petugas pengamanan pesantren.
“Ketika muncul di satu areal pesantren dengan terbang rendah, lalu didekati, drone itu langsung berpindah ke areal lainnya. Sepertinya mereka tahu didekati, apakah punya sinar infraret atau kamera kita gak tahu. Kadang intensitasnya cukup lama berputar putar di areal pesantren, kadang mulai dari pukul 22 an hingga menjelang subuh, capek juga kita,” katanya.
Akibatnya para santri merasa sangat terganggu. “Apalagi santri putri, ada yang merasa ketakutan. Drone ini sepertinya sangat canggih, suaranya pun halus meski terbang cukup rendah,” kata Ustadz Mashuri.
Karenanya, Ustadz Mashuri meminta pemilik drone menghentikan aktivitas tersebut. Dan kepada aparat terkait diminta mengusutnya.
Terkait drone misterius ini pihak pesantren sudah melaporkannya ke Kepala Desa Puding Besar, Indra.
Sementara, Kades Puding Besar, Indra, ketika dihubungi Kamis siang, membenarkan soal menerima laporan dari Pimpinan Ponpes Hidayatul Qur’an terkait drone misterius.
“Kita minta pihak yang punya drone menghentikan aktivitas tersebut. Ini sudah mengganggu ketenteraman, apalagi tak jelas siapa yang punya dan tidak jelas pula tujuannya,” kata Indra.
Kemudian dia meminta agar pihak terkait menertibkan keberadaan drone misterius tersebut.
Hingga berita ini dipublis, masih diupayakan konfirmasi ke pihak terkait. (sg)
Sumber foto ilustrasi: tribunnews.com







































