Anggaran Babel 2021 Tak Terpakai Tembus Rp798,39 Miliar

Anggaran Babel 2021 Tak Terpakai Tembus Rp798,39 Miliar

BERBAGI

Suarapos.com – Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Bangka Belitung Edih Mulyadi mengatakan, Tahun 2021 Anggaran Pemerintah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tidak terpakai tembus Rp798,38 miliar.

Jumlah dana Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) ini selanjutnya diakumulasikan lagi untuk pos belanja tahun anggaran 2022.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Kepulauan Bangka
Belitung, Edih Mulyadi, pada Press Release Kinerja Fiskal dan Moneter Regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2021, Jumat siang/ 28/1/2022.

Edih menyebutkan soal dana Silpa menjadi perhatian agar dapat dimaksimalkan.

“Bagaimana dimaksimalkan tahun ini sebagai pemulihan ekonomi nasional,” kata Edih.

Kemudian Edih merinci dari total dana Silpa, terbesar disumbangkan unit kerja di lingkungan Pemprov Babel Provinsi Rp171,76 miliar.

Disusul Kabupaten Belitung Rp 149,03 miliar, Kota Pangkalpinang Rp 138,96 miliar, Bangka Rp125, 34 miliar, Belitung Timur Rp124,03 miliar,  Bangka Selatan Rp 49, 99 miliar, Bangka Tengah Rp78,06 miliar dan Bangka Barat Rp 38,79 miliar.

Edih menyebutkan pendapatan Pemerintah Kepulauan Bangka Belitung dari pendapatan asli daerah dan transfer dana pusat selama 2021 mencapai Rp8,58 triliun.

Sedangkan belanja tercatat Rp 8,34 triliun, pembiayaan daerah Rp 557,51 miliar, dan Silpa Rp 798,38 miliar.

Adanya dana Silpa, kata Edi umumnya disebabkan program pembangunan fisik yang tidak berlanjut atau batal serta adanya pemangkasan belanja dinas.

“Perlu sinergi antar stakeholder dan peningkatan sumberdaya pegawai agar belanja anggaran bisa dimaksimalkan,” kata Edih.

Edih menyebutkan hingga kini sumber anggaran belanja di Kepulauan Bangka Belitung masih dominan dari transfer pemerintah pusat. Dari akumulasi Rp 8,58 triliun, sebesar 78,72 persen atau Rp 6,76 triliun berasal dari pusat.

“Kami akan melakukan kajian sejauh mana dampak anggaran untuk kesejahteraan masyarakat. Kami komitmen untuk terbuka, bahkan satu rupiah pun harus jelas kontribusinya,” tandas Edih.(fh)

 

LEAVE A REPLY