Pagar Bandara Depati Amir Rusak, GM Angkasa Pura II Apresiasi Brimob Babel...

Pagar Bandara Depati Amir Rusak, GM Angkasa Pura II Apresiasi Brimob Babel Tertibkan Tambang Timah Diduga Ilegal

BERBAGI
Saat ditertibkan Resmob Polda Babel tampak sejumlah pekerja tambang sedang beraktivitas,Rabu (29/12/2021).
Saat ditertibkan Resmob Polda Babel tampak sejumlah pekerja tambang sedang beraktivitas, Rabu (29/12/2021).

Suarapos.com – Penertiban aktivitas tambang di belakang Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang oleh Tim Resmob Bangka Belitung mendapat apresiasi dari otoritas bandara setempat.

Kondisi salah satu bagian pagar Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang yang jebol. Pagar tersebut masuk bagian Area Kawasan Terlarang (DKT) bandara tersebut. (Foto di ambil beberapa hari sebelum penertiban tambang timah diduga ilegal oleh Tim Intel Resmob Polda Babel, yang dipimpin Iptu Yudi Ardiansyah, Kamis/30/12/2021)

Kondisi salah satu bagian pagar Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang yang jebol. Pagar tersebut masuk bagian Area Kawasan Terlarang (DKT) bandara tersebut. (Foto diambil beberapa hari sebelum penertiban tambang timah diduga ilegal oleh Tim Intel Resmob Polda Babel, yang dipimpin Iptu Yudi Ardiansyah, Rabu/29/12/2021)

GM Angkasa II Bandara Depati Amir, Muhammad Adiwiyanto menegaskan akitivitas tambang yang diduga ilegal itu diduga telah merusak sebagian pagar aset bandara yang menjadi wilayah Daerah Keamanan Terbatas (DKT) sehingga sangat membahayakan operasional penerbangan.

GM AP II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Muhammad Adiwiyanto
GM AP II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Mohamad Adiwiyanto

“Terkait penertibannya kami berterimakasih karena memang aktivitas tambang itu, ya sebagian merusak pagar aset kami, dalam hal ini ada beberapa area di beberapa wilayah itu masuk juga menjadi wilayah DKT atau daerah keamanan terbatas. Sehingga itu sangat membahayakan operasional penerbangan,” ujar Muhammad Adiwiyanto, kepada sejumlah wartawan, Jumat (31/12/2021).

“Teman-teman (wartawan-red) juga tahu semua kejadian-kejadian yang terjadi di bandara lain, adanya orang yang naik ke roda pesawat. Nah, itukan mereka dari celah -celah (pagar jebol-red) seperti itu dan itu tidak kita harapan terjadi di bandara kita, seperti itu,” sambungnya.

Tim Brimob Babel saat tiba dilokasi tambang
Tim Brimob Babel saat tiba di lokasi tambang, Rabu (29/12/2021).

Sementara Kapolda Babel Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya saat diwawancarai sejumlah wartawan, Jumat (31/12/2021), terkait tindak lanjut pasca penertiban tambang di belakang Bandara Depati Amir, mengatakan, kalau lokasi lahan yang ditertibkan oleh Resmob Babel merupakan daerah lahan reklamasi.

“Sudah kemarin dijawab kok. Iya itu lahan reklamasi sama-sama gubernur, kan sudah dijawab waktu kami sama-sama di sana,” kata Yan Sultra.

Ketika ditanya soal bagaimana dengan pelaku penambangan yang diduga ilegal tersebut?

“Mana ada pelaku. Itu merupakan daerah reklamasi kita sama Pak Gub (Gubernur Babel Erzaldi Rosman) ya,” ujar Yan Sultra.

Sementara itu mengutip suarabangka.com (suarapos.com grup), Rabu (29/12/2021), Tim Intel Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung, mengamankan lima unit alat berat dari lokasi tambang belakang Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang.

“Kalau alat yang kerja ada tiga unit, yang stand by di lokasi ada dua unit. Kami masih di lokasi,” ujar Pasi Intelmob Polda Babel Iptu Yudi, Rabu, petang.

Selain mengamankan lima unit alat berat, puluhan anggota Brimob Polda Babel yang dikerahkan dalam penertiban lokasi tambang tersebut juga mengamankan 15 orang diduga pekerja tambang.

“Kami minta kalian koorperatif ya, mana teman-teman kalian, tadi ada 15 orang, ini cuma 7 orang. Kami minta hubungi mereka untuk datang,” ujar Pasi Intelmob Polda Babel, Iptu Yudi di lokasi.

Pantauan di lokasi tampak puluhan anggota Brimob Polda Babel mengawal sejumlah pekerja tambang untuk mengangkut 3 unit mesin tambang jenis TN. Selain itu dari lokasi tersebut ikut diamankan tiga (3) kampil pasir timah.

Sejumlah pria yang sedang menambang tersebut awalnya tidak menduga bakal didatangi tim Intel Resmob tersebut. Mereka tampak menambang sebagaimana lazimnya.

Puluhan aparat yang sebagian juga dilengkapi senjata laras panjang itu segera meminta mereka menghentikan aktivitas dan naik ke darat dari lubang camoy.

Mereka dikumpulkan dan dimintai keterangan. Selanjutnya diminta membantu mengangkat sejumlah alat penambangan seperti mesin jenis TN, pasir timah yang diduga hasil menambang dan sejumlah peralatan lainnya.

Hingga berita ini dimuat suarapos.com Grup masih mengupayakan konfirmasi dan wawancara kepada pihak terkait, terutama pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (wah)

LEAVE A REPLY