Hanya Satu Perempuan

Hanya Satu Perempuan

BERBAGI

Catatan Fakhruddin Halim

Proses pendaftaran bakal calon Anggota DPD RI resmi ditutup KPU pada 29 Desember 2022, lalu.

Untuk daerah pemilihan atau Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat 19 orang pendaftar yang menyerahkan dukungan minimal pemilih ke KPU Provinsi Kepulaun Bangka Belitung.

Kemudian selanjutnya KPU Babel akan memprosesnya lebih lanjut yang muaranya akan ditetapkan menjadi Calon Anggota DPD RI.

Perjalanan masih panjang, selanjutnya para calon akan “bertarung” meraih simpati masyarakat agar terpilih. Pemilih adalah penentu apakah mereka bisa melanggeng dan duduk di senanyan mewakili masyarakat Babel atau tidak.

Kesembilan belas bakal calon ini yakni:

Dinda Rembulan, Darwis, Eka Mulya Putra, Rusdiyanto, Herry Erfian (petahana), Zuhri M Syazali (petahana), Justiar Noer, Darmansyah Husein (petahana), Tellie, Yus Derahman, Bahar Buasan, Bambang Dwi Hartono, Alexander Fransiscus (petahana), Fadjar Fairy Rusni, Sulianto Entong, Hendra Apollo, Junaidi Abdillah, Deddy Yulianto dan Marbawi.

Di antara 19 orang ini empat petahana juga ikut mendaftar. Lainnya ada pula anggota DPD periode sebelumnya. Ada anggota dan mantan DPRD Provinsi Babel, ada ust, mantan bupati, aktivis dan lainnya.

Menariknya, dari nama-nama ini hanya satu bakal calon perempuan yakni Dinda Rembulan.

Dinda tiada lain adalah putri H. Emron Pangkapi. Tokoh yang tidak saja dikenal luas di Babel, tapi juga di tingkat nasional.

Baca Juga  Industrialisasi Dari Desa

Emron yang sebagian besar hidupnya dihabiskan sebagai wartawan. Dari penelusuran penulis, Emron pernah menjadi penyiar radio di Pangkalpinang.

Kemudian meniti karir sebagai wartawan harian Pelita Jakarta (1981-1984), harian ekonomi Bisnis Indonesia (1985-1989), dan redaktur harian Media Indonesia (1989-1993).

Dia juga tokoh presedium pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lalu, Ketua DPRD Babel pertama.

Selain itu Emron tokoh senior PPP dan saat ini sebagai Anggota Majelis Kehormatan DPP PPP.

Nampaknya Emron sedang melakukan regenerasi. Anak laki-lakinya M. Gandhi lebih dulu menjadi politisi. Gandhi Ketua PPP Kota Pangkalpinang dan kini periode yang kedua duduk sebagai Anggota DPRD Pangkalpinang.

Apakah kalau lolos jadi calon anggota DPD RI dan karena satu-satunya perempuan perjalanannya akan mulus? Belum tentu, politik sangat dinamis.

Namun bisa jadi akan jadi pusat perhatian atau paling tidak akan mudah diingat namanya.

Jalan masih panjang bagi ke-19 bakal calon senator ini untuk menuju senayan. Dan bukan perkara mudah juga meyakinkan rakyat agar memberikan mandat sehingga kelak menjatuhkan pilihan kepada salah satu calon.

Berdasarkan Rapat Pleno Daftar Pemilih Berkelanjutan tahun 2022 periode bulan September, KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tanggal 3 Oktober 2022, rekapitulasi 994.284. Dengan rincian pemilih laki-laki 505.507. Sedangkan pemilih perempuan 488.777.

Baca Juga  Mengejar Emas Benua Maritim Indonesia

Meyakinkan pemilik suara sebanyak ini butuh energi dan strategi jitu. Komunikasi kepada pemilik suara harus tepat.

Apalagi rakyat kini semakin kritis. Gagasan apa yang ditawarkan tentu akan menjadi perhatian publik.

Tidak dipungkiri masih ada yang menilai dari apa yang sudah diperbuat ketika duduk sebagai pejabat publik. Rekam jejak bisa jadi akan menjadi salah satu pertimbangan.

Namun bagi sebagian pemilih, apalagi pemilih millenial bisa jadi rekam jejak tidak begitu menjadi pertimbangan.

Ada kecenderungan soal “romantisme” ini di kalangan millenial bisa jadi tidak begitu penting. Sebab yang dibutuhkan kalangan millenial adalah gagasan baru, ide-ide segar yang dekat dengan mereka.

Seperti apa gagasan-gagasan cerdas yang dapat sejalan dengan pikiran generasi millenial dan harapan baru bagi masa depan Babel, dimana ruang bagi generasi millenial bisa diakomodir rasanya akan jauh lebih menarik perhatian ketimbang “romantisme”.

Masuk akal, sebab yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan. Maka menakar atau menguji gagasan futuristik calon jauh lebih penting dan menarik.

Kemudian seperti apa komitmen para calon nantinya terhadap aspirasi publik dan seperti apa gambarannya terhadap Provinsi Bangka Belitung kini dan yang akan datang.

Baca Juga  M Amin Soelthon Tokoh Pers yang Mengayomi itu Telah Pergi untuk Selamanya

Selain itu, terkait isu yang “berat” penting pula untuk diaktualisasi dan menjadi bahan diskursus di kalangan generasi millenial.

Misalnya soal Rancangan Undang-undang Daerah Kepulauan atau RUU Daerah Kepulauan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2022 di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Mengutip tempo.co, hingga berakhir tahun 2022 belum terdengar tindak lanjut untuk membahas rancangan undang-undang tersebut.

RUU Daerah Kepulauan ini merupakan usulan atau inisiatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sudah masuk parlemen sejak 2015, setelah sebelumnya berubah nama dari RUU Provinsi Kepulauan.

Tentu seperti apa komitmen para bakal calon ini terkait RUU Daerah Kepulauan, ini juga dinanti publik. Karena menyangkut masa depan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Apapun itu, ke-19 bakal calon masih menanti KPU menetapkan sebagai calon anggota DPD RI yang akan bertarung pada pemilu serentak tahun 2024.

Masih cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Pada akhirnya, kekuasaan ada di tangan rakyat. Maka hak rakyat pula secara independen menentukan siapa yang menjadi pilihannya. Kita tunggu saja. (*)

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY